ISO 14001
ISO 14001:2004 menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan, agar organisasi untuk mengevaluasi dan mengendalikan risiko lingkungan dan dampak dan meningkatkan kinerja lingkungannya.
Ikhtisar
ISO 14001 ini dimaksudkan untuk mengatasi menjalankan bisnis komersial sementara mengurangi dampak lingkungan. Dalam mendapatkan komitmen dan pemahaman dalam Organisasi Anda, dua output dapat dicapai dengan sukses.
Dalam melakukan hal ini, organisasi dapat mengidentifikasi aspek bisnisnya yang berdampak pada lingkungan bersama dengan pemahaman hukum dan peraturan di mana kepatuhan diperlukan. Tahap selanjutnya adalah membuat tujuan yang realistis untuk perbaikan dan menempatkan program di tempat dengan orang yang bertanggung jawab untuk mencapainya. Dalam cara yang sama seperti ISO 9001, ulasan teratur akan menyebabkan pokok keseluruhan perbaikan berkesinambungan.
Apakah itu relevan dengan Perusahaan Anda?
Ya, jika Perusahaan Anda menginginkan manfaat;
Sebuah, meningkatkan reputasi dan citra berharga Perusahaan antara pelanggan, badan pengawas dan masyarakat umum.
Biaya penghematan dalam konsumsi energi
Penghematan biaya dalam konsumsi bahan
Memahami limbah Anda memproduksi dan mengelola sampah secara lebih efektif dengan biaya lebih rendah
Sebuah kerangka kerja baik dan lebih terstruktur untuk kinerja lingkungan dan perbaikan berkesinambungan yang
Selama beberapa tahun terakhir, dampak lingkungan telah menjadi topik yang semakin penting di semua negara. Ada berbagai tekanan dan kendala untuk mengurangi dampak dari sejumlah badan, seperti pemerintah, regulator, asosiasi perdagangan, pelanggan, karyawan dan pemegang saham. Tekanan sosial juga terus meningkat dari berbagai kelompok pihak yang berkepentingan, seperti konsumen, lingkungan dan minoritas non-pemerintah organisasi dan tetangga.
ISO 14001 adalah cukup fleksibel untuk setiap organisasi yang ingin meningkatkan bagaimana mengoperasikan dan mengelola pada hari ke hari, terlepas dari ukuran sektor atau industri.
Download Step by Step ISO 14001 PDF
Showing posts with label Tools. Show all posts
Showing posts with label Tools. Show all posts
Sunday, April 27, 2014
Sunday, November 20, 2011
Sekilas Tentang Lembar Keselamatan Bahan (MSDS)
Bahan kimia berbahaya atau B3 dengan mudah dapat kita temukan di pabrik kimia. Diperlukan tindakan pengendalian yang tepat agar bahan kimia B3 tidak membahayakan kita sebagai tenaga kerja, peralatan/instalasi dan tentu tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang berkenaan dengan pengendalian bahan kimia B3, melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999, yaitu tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja.Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999, pada Bab 1 Pasal 1, bahan kimia B3 adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan.
Salah satu upaya untuk mencegah atau mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia B3 adalah dengan memahami Lembar Keselamatan Bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet) bahan kimia B3 tersebut. MSDS merupakan salah satu bentuk pengendalian resiko berkaitan dengan bahan kimia B3.
Jadi sebelum menggunakan bahan kimia B3, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami dengan baik MSDS bahan kimia tersebut. Nah, sekarang mari kita bahas secara singkat satu persatu hal-hal penting yang terkait dengan MSDS.
Sumber MSDS
Darimana kita bisa memperoleh dokumen MSDS? Mintalah MSDS kepada produsen, distributor atau suplier di mana kita membeli bahan kimia tersebut. Atau kita bisa mengunduhnya lewat internet. Pastikan bahwa MSDS yang kita miliki adalah revisi terbarunya.
Konten MSDS
Paling tidak ada 8 informasi penting yang termuat dalam sebuah dokumen MSDS. Informasi tersebut meliputi:
a. Identifikasi bahan (Material Identification)
b. Komposisi bahan berbahaya (Hazardous Ingredients)
c. Sifat fisika dan kimia (Physical and Chemical Characteristics)
d. Data potensi bahaya kebakaran dan ledakan (Fire and Explosion Hazard Data)
e. Data potensi bahaya terhadap kesehatan (Health Hazard Data)
f. Data reaktifitas (Reactivity Data)
g. Prosedur safety penanganan, tumpahan, kebocoran dan limbah (Precaution for Safety Handling and Use)
h. Tindakan pengendalian untuk mengurangi bahaya (Control Measures)
Dokumentasi dan Updating
Semua dokumen MSDS harus terdokumentasi dengan baik. Bisa dalam bentuk print out, CD, disk atau internet. Akan tetapi, pilihlah media yang mudah untuk diakses dan MSDS harus selalu tersedia di tempat-tempat yang diperlukan.
Dan satu lagi, MSDS yang terdokumentasi harus dengan nomor revisi terbaru atau terakhir. Hal ini penting, karena akan terus ada informasi baru yang masuk atau diperbaharui. Sebagai contoh, nomor telepon darurat yang harus dihubungi. Buatlah jadwal kapan status dokumen MSDS harus dimonitor.
Training
Layaknya sebuah Standard Operating Procedure (SOP), training mengenai MSDS mutlak diperlukan. Semua orang yang akan berhubungan dengan bahan kimia B3 harus mendapatkan training MSDS. Termasuk pula bagi anda calon karyawan yang akan bekerja di pabrik kimia atau mahasiswa yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Saturday, November 19, 2011
Cara Pemakaian SCBA

Ada tiga bagian dalam menggunakan SCBA, diantaranya adalah :
- Pemeriksaan
- Perakitan / pemasangan
- Pemakaian
Pemeriksaan tekanan tinggi (tekanan tabung)
- Buka valve utama pelan-pelan, dan periksa manometer. Apabila tekanannya kurang dari 5/6 dari tekanan kerja, maka isi botol tidak boleh digunakan untuk operasi.
- Periksa jarum manometer, jika sudah menunjukkan angka maksimum tutup kembali valve utama.
- Perhatikan manometer, bila tekanannya turun lebih kuran 12 atam permenitnya, berarti ada kebocoran pada system saluran. Perlu diperiksa kembali
- Buka bypass pelan-pelan pada deman regulator dan perhatikan suling (warning wishtle) akan berbunyi pada tekanan antara 40-50 atm.
- Buka valve utama dan pakailah face mask dengan benar.
- Bernafaslah seperti biasa.
- Tutup kembali valve utama dengan tangan kanan, tangan kanan masih tetap memegang valve
- Bernafaslah, apabila anada tidak bisa bernafas, berarti tidak ada kebocoran pada sistem tekanan rendah, tetapi apabila anda masih bisa bernafas, berarti ada kebocoran pada face mask.
- Apabila anda tidak bisa bernafas, buka segera valve utama pada botol.
- Atur sebaik mungkin hardness dan plat penggendong
- Longgarkan sabuk penggendong sebaik mungkin.
- Pasang botol udara ke pelat penggendong dan ikat yang sebaiknya.
- Sambung selang pada botol dengan menggunakan jari tangan (jangan menggunakan kekuatan penuh).
- Berdirikan SCBA pada posisi yang benar.
- Masukan tangan kiri dan kanan kerangkaian hardness yang tersedia.
- Betulkan posisi SCBA set di punggung , dengan posisi yang nyaman
- Ikatkan sabuk pinggang yang baik
Subscribe to:
Posts (Atom)