Showing posts with label Prosedur. Show all posts
Showing posts with label Prosedur. Show all posts

Thursday, November 24, 2011

CONFINED SPACE

 Definisi Confined Space
Definisi menurut OSHA (lembaga K3 Amerika), Confined space adalah sebuah ruangan yang mempunyai tiga karakteristik, yaitu:
  • Mempunyai luas yang terbatas dan dikonfigurasi agar tubuh pekerja dapat masuk dan melakukan tugasnya.
  • Mempunyai keterbatasan pintu untuk masuk dan keluar.
  • Tidak didisain untuk pekerjaan yang terus menerus.
Contoh-contoh dari Confined space dapat kita jumpai di:
  • Boiler, Furnace (tungku),
  • Jalur pipa, lubang, stasiun pompa
  • Septic tank, sewage digestor,
  • Silo, Tangki penyimpanan,
  • Terowongan, duct, Tangki (Ballast tank, fuel tank, water tank), dll.
Confined space tidak hanya dapat kita temukan di dunia industri tapi juga dapat kita temukan di tempat-tempat umum, misalnya pusat perbelanjaan dan kolam renang umum. Beberapa kolam renang menempatkan pompanya di bawah tanah.
Confined space dapat menjadi berbahaya karena:
  • Konfigurasi ruangan dengan tempat masuk yang kecil, dapat menjebak orang yang masuk, menghambat untuk keluar dan masuk secara leluasa.
  • Bahaya udara seperti uap gasoline yang bercampur dengan ventilasi yang terbatas yang dapat mengakibatkan asphyxia dan peledakan.
  • Bahaya fisik seperti grain yang tidak stabil di dalam silo.
  • Dan bahaya serius lainnya dalam industri umum seperti perlengkapan listrik, mesin yang bergerak, benda jatuh dan permukaan basah atau licin.

Bahaya Confined Space
Banyak kecelakaan confined space terjadi karena pekerja tidak menyadari akan bahaya atau potensi bahaya di dalam atau dekat ruang terbatas tersebut, atau menyepelekan bahaya baru dan kondisi lain yang terjadi ketika bekerja dalam ruang terbatas.
Biasanya kecelakaan di confined space terjadi karena banyak faktor, tetapi ada dua kategori bahaya yang penting, yaitu udara dan fisik.
  1. Bahaya Atmosferik
Bahaya atmosferik adalah udara yang dapat menimbulkan gangguan dalam melakukan sesuatu denga normal, cidera, melemahkan pertahanan diri pekerja hingga menyebabkan penyakit akut – meninggal terhadap pekerja ataupun penyelamat yang masuk ke dalam confined space. Beberapa contoh bahaya ini adalah:
-       Gas yang mudah menyala atau meledak, uap atau mist pada konsentrasi lebih dari 10 % dari LFL atau LEL.
-       Debu yang mudah terbakar di udara yang dapat mengganggu pandangan pada jarak 5 kaki atau kurang.
-       Tingkat konsentrasi oksigen di bawah 19.5% atau di atas 23.5%.
-       Konsentrasi atmosfer dari beberapa substan yang secara ektrem mempunyai efek toksik akut diatas PEL-nya dan kondisi atmosfer lainnya seperti IDLH.
Normalnya udara terdiri dari 21%  oksigen, kekurangan oksigen dapat terjadi bila tingkat oksigen jatuh di bawah 19.5 persen. Kekurangan oksigen dapat terjadi karena:
-       Pembakaran (api, pengelasan dan operasi yang menggunakan mesin yang melakukan pembakaran di dalam sehingga mengkonsumsi semua oksigen).
-       Formasi karat (mengkonsumsi oksigen).
-       Dekomposisi dari bahan organik (mengkonsumsi oksigen dan menghasilkan gas mudah nyala methane yang juga menggantikan oksigen).
Tiga gas beracun yang sering ditemukan dalam confined space adalah gas Carbon monoxide (CO), Hydrogen Sulfida (H2S), dan Methane (CH4).
2. Bahaya Fisik
Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
-       Bahaya mekanikal – Peralatan bergerak dan sistem bertekanan dan bertenaga listrik dapat menjadi berbahaya, misalnya shafts, kopling, gir, belt, konveyor, mixer, rotor, dan perlengkapan compressing.

HOT PERMIT

Jenis pekerjaan yang memerlukan Hot-pertmit ( a permit-to-work system):
• Setiap pekerjaan panas (hot work), baik dilaksanakan diruang tertutup (confined spaced) atau di tempat-tempat lain;
Jenis pekerjaan yang memerlukan Hot-pertmit ( a permit-to-work system):
• Setiap pekerjaan panas (hot work), baik dilaksanakan diruang tertutup (confined spaced) atau di tempat-tempat lain;
• Setiap pekerjaan yang menyebabkan potensi bahaya, volatile,corrosive atau flammable chemical, material atau solvent dengan jumlah yang significant;
• Setiap pekerjaan yang berhubungan dengan jalan masuk ruang tertutup (confined space);
• (pengecatan) spray painting;
• Blasting yang dilakukan dalam ruang tertutup (confined space);
• Pemasangan pipa dan peralatannya;
• Penyetaraan (ballasting) & penyetaraan ulang ( de-ballasting) kapal;
• Setiap perbaikan dan pemeliharaan kapal yang dilaksanakan dengan hydraulic system ;
• Setiap pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan instalasi listrik / menggunakan tegangan listrik.
Prosedur pengajuan permit to work (Procedure for application of permit-to-work)
1. Application
Permohonan izin kerja oleh SUPERVISOR
2. Inspection and Assesment
Infeksi dan membuat analisapotensi bahaya oleh AHLI K3
3. Evaluation and Approval
Evaluasi dan penerbitan izin oleh KEPALA K3
4. Completion
Laporan setelah bekerja oleh SUPERVISOR
Langkah 1
• Jenis pekerjaan.
• Permohonan yang ditandatangani oleh supervisor
• Tindakan pencegahan.
• Permohonan dilengkapi dengan sketsa.
• Nama permohonan, tandatangan, waktu pengajuan.
Langkah 2
• Ahli K3 menerima surat pengajuan.
• Mempelajari jadwal kerja.
• Melakukan inspeksi.
• Mengevaluasi informasi, resiko dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan.
• Pertimbangkan manfaat dari hot work
• Pertimbangkan apakah ada alternatif/ metoda lain.
• Jika ada, proses ijin tidak diteruskan, tapi berkas langsung diproses untuk alternatif/metoda lain.
Langkah 3
• Melakukan evaluasi analisa dari Ahli K3
• Menerbitkan izin jika hasil analisa memenuhi syarat; atau
• Tolak permohoan jika hasilnya tidak memenuhi syarat. n
• Tanggal, waktu dan tandatangan harus dicantumkan dalam izin kerja.



PERMIT
Applies Only to Area Specified Below
Date : …………………………..
Building : ………………………………………….. Floor …………………………………………...….
Nature of the job …………………………….
The above location has been examined. The precautions checked reverse of card have been taken to prevent fire. Permission is granted for this work.
Permit expires : ……………………………….
Signed
Fire Safety Supervisor
Time started …………………. Time finished ………………………..
FINAL CHECK-UP
Work area and all adjacent areas to which sparks and heat might have spread (such as floors above and below and on apposite side of walls) were inspected for at least 30 minutes after the work was completed and were found fire safe
Signed …………………………..
After signing return permit to person who issued it.



Alternatif / Metoda lain
Jika ada alternatif/metoda lain, Ahli K3 :
– Menjamin tidak ada ke tidak nyamanan dalam bekerja.
– Menjamin semua standar k3 dilaksanakan.
Buat ijin 4 rangkap
• Satu untuk Ahli K3
• Satu untuk pemohon.
• Satu untuk ditempel di tempat kerja
• Satu disimpan arsip (Dep. K3)
Hal yang penting dalam Hot work permit
• Ahli K3 harus telah dilatih dan mengerti proses pekerjaan.
• Selama langkah1 dan 2, dilakukan secara tertutup, mencegah adanya rekayasa lokasi.
• Pelaksana pekerjaan harus telah disertifikasi.
• Ahli K3 harus mereview semua hot work dan menganalisa setiap hari apakah pekerjaan bisa diteruskan.
• Ijin harian harus diberikan oleh Ahli K3 dan tidak boleh terputus (libur atau minggu)
• Jika ada perubahan kondisi/ lokasi kerja, ijin tidak berlaku, Supervisor mengajukan kembali.
• Jika Ahli K3 tidak ditempat, Kepala K3 harus mengambil alih dan harus mampu mengkoordinasi setiap aktifitas pekerjaan.
• Perbedaan Hot work permit dengan yang lain :
• Ijin harian sangat diperlukan pada hot work permit.
• Ahli K3 harus dilatih secara khusus tentang setiap pekerjaan hot work.
LET’S KEEP
FIRE & EXPLOSIONS AWAY

Sunday, November 20, 2011

Sekilas Tentang Lembar Keselamatan Bahan (MSDS)

Bahan kimia berbahaya atau B3 dengan mudah dapat kita temukan di pabrik kimia. Diperlukan tindakan pengendalian yang tepat agar bahan kimia B3 tidak membahayakan kita sebagai tenaga kerja, peralatan/instalasi dan tentu tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang berkenaan dengan pengendalian bahan kimia B3, melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999, yaitu tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja.
Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999, pada Bab 1 Pasal 1, bahan kimia B3 adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan.
Salah satu upaya untuk mencegah atau mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia B3 adalah dengan memahami Lembar Keselamatan Bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet) bahan kimia B3 tersebut. MSDS merupakan salah satu bentuk pengendalian resiko berkaitan dengan bahan kimia B3.
Jadi sebelum menggunakan bahan kimia B3, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami dengan baik MSDS bahan kimia tersebut. Nah, sekarang mari kita bahas secara singkat satu persatu hal-hal penting yang terkait dengan MSDS.
Sumber MSDS
Darimana kita bisa memperoleh dokumen MSDS? Mintalah MSDS kepada produsen, distributor atau suplier di mana kita membeli bahan kimia tersebut. Atau kita bisa mengunduhnya lewat internet. Pastikan bahwa MSDS yang kita miliki adalah revisi terbarunya.
Konten MSDS
Paling tidak ada 8 informasi penting yang termuat dalam sebuah dokumen MSDS. Informasi tersebut meliputi:
a. Identifikasi bahan (Material Identification)
b. Komposisi bahan berbahaya (Hazardous Ingredients)
c. Sifat fisika dan kimia (Physical and Chemical Characteristics)
d. Data potensi bahaya kebakaran dan ledakan (Fire and Explosion Hazard Data)
e. Data potensi bahaya terhadap kesehatan (Health Hazard Data)
f. Data reaktifitas (Reactivity Data)
g. Prosedur safety penanganan, tumpahan, kebocoran dan limbah (Precaution for Safety Handling and Use)
h. Tindakan pengendalian untuk mengurangi bahaya (Control Measures)
Dokumentasi dan Updating
Semua dokumen MSDS harus terdokumentasi dengan baik. Bisa dalam bentuk print out, CD, disk atau internet. Akan tetapi, pilihlah media yang mudah untuk diakses dan MSDS harus selalu tersedia di tempat-tempat yang diperlukan.
Dan satu lagi, MSDS yang terdokumentasi harus dengan nomor revisi terbaru atau terakhir. Hal ini penting, karena akan terus ada informasi baru yang masuk atau diperbaharui. Sebagai contoh, nomor telepon darurat yang harus dihubungi. Buatlah jadwal kapan status dokumen MSDS harus dimonitor.
Training
Layaknya sebuah Standard Operating Procedure (SOP), training mengenai MSDS mutlak diperlukan. Semua orang yang akan berhubungan dengan bahan kimia B3 harus mendapatkan training MSDS. Termasuk pula bagi anda calon karyawan yang akan bekerja di pabrik kimia atau mahasiswa yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Spesifikasi dan Pencegahan Kebakaran

Pencegahan Kebakaran PDF Print E-mail
Pernahkah anda membayangkan dunia ini tanpa api? Api bila dapat dikontrol akan banyak kegunaannya. Tapi bila sudah tidak dapat dikontrol lagi maka namanya menjadi kebakaran .
Menurut stastistik kebakaran di DKI Jakarta tercatat sebagai berikut:
  • Pada tahun 1990 terjadi 738 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1991 terjadi 911 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1992 terjadi 654 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1993 terjadi 789 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1994 terjadi 929 kasus kebakaran
Dan kasus kebakaran ini bertambah tinggi ketika tahun 1998 - 2000 terjadi berbagai kerusuhan yang banyak mengakibatkan kerusakan dan kebakaran.
Dari data itu terbukti bahwa kebakaran merupakan resiko tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kematian, berhentinya proses produksi maupun rusaknya lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan usaha-usaha pencegahan kebakaran.
Pencegahan kebakaran adalah usaha menyadari/mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Pencegahan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya.
Pengenalan Kelas-Kelas Kebakaran
Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran
Prinsip Pemadaman Kebakaran
Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena persenyawaan dari:
  • Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dan perubahan kimia.
  • Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya.
  • Oksigen (tersedia di udara)
Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Dalam pencegahan terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol Sumber panas dan Benda mudah terbakar, misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar, Pemasangan Tanda-Tanda Peringatan, dan sebagainya. Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan adanya Oksigen dalam kebakaran tersebut. Contoh mudahnya seperti ketika kita menghidupkan lilin, lalu coba kita tutup dengan gelas maka api pada lilin tersebut akan mati karena oksigen yang berada di luar gelas tidak dapat masuk dan oksigen yang berada dalam gelas berubah menjadi Karbon Dioksida (CO2) yang mematikan api. Ketika kita memadamkan kebakaran dengan mengunakan APAR, karung goni yang basah dan pasir yang terjadi adalah kita mengisolasi adanya oksigen dalam api tersebut asal semua permukaan api tertutupi oleh ketiga media pemadaman tersebut dan api akan mati seperti lilin yang kita tutup memakai gelas tadi. Bila kita menggunakan air sebagai media pemadaman maka terjadi reaksi pendinginan panas dan isolasi oksigen dari kebakaran tersebut.
Peralatan Pencegahan Kebakaran
  • APAR / Fire Extinguishers / Racun Api
    Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.
  • Hydran
    Ada 3 jenis hydran, yaitu hydran gedung, hydran halaman dan hydran kota, sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung, untuk hydran halaman ditempatkan di halaman, sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota mengambil cadangan air.
  • Detektor Asap / Smoke Detector
    Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
  • Fire Alarm
    Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat
  • Sprinkler
    Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut
Pencegahan Kebakaran
Setelah kita mengetahui pengklasifikasian, prinsip pemadaman dan perlengkapan pemadaman suatu kebakaran maka kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen /pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran. Kita mengambil contoh dari pengelolaan pencegahan kebakaran pada bangunan tinggi.
  • Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada gedung itu.
    • Bahan Mudah Terbakar, seperti karpet, kertas, karet, dan lain-lain
    • Sumber Panas, seperti Listrik, Listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain
  • Penilaian Resiko
    Resiko tinggi karena merupakan bangunan tinggi yang banyak orang
  • Monitoring
    Inspeksi Listrik, Inspeksi Bangunan, Inspeksi Peralatan Pemadam Kebakaran, Training, Fire Drill / Latihan Kebakaran dan lain-lain
  • Recovery / Pemulihan
    Emergency Response Plan / Rencana Tindakan Tanggap Darurat, P3K, Prosedur-Prosedur, dan lain-lain.
Sumber safe.gq.nu

TOOL BOX TALK ATAU SAFETY TALK

 TOOL BOX TALK ATAU SAFETY TALK



APAKAH ITU SAFETY TALK?
  • Safety talk adalah sebuah cara untuk mengingatkan karyawan/pekerja bahwa K3 bagian yang sangat penting dalam pekerjaan.
  • Safety talk adalah pertemuan yang dilakukan rutin antara karyawan / pekerja dan supervisor untuk membicarakan hal-hal mengenai K3.

Intinya:

Safety talk adalah bicara tentang topik yg berhubungan dgn K3 di tempat kerja.

TUJUAN SAFETY TALK
  • Tujuan utama safety talk adalah untuk mengingatkan karyawan/pekerja akan potensi-potensi bahaya di tempat kerja dan membantu karyawan/pekerja untuk mengenali dan mengendalikan bahaya tersebut
  • Safety talk cara termudah untuk melindungi karyawan / pekerja dari cidera.

SIAPA YANG MELAKUKAN SAFETY TALK

Safety talk sangat tepat dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab akan K3 pekerja:
  • Foreman / Supervisor / Atasan langsung.
  • Safety officer
  • Anggota safety committee
  • Sesama karyawan / pekerja, secara bergantian dalam rangka meningkatkan kepedulian diantara karyawan / pekerja (bisa dijadwalkan secara teratur).

PESAN SAAT SAFETY TALK
  • Tidak ada standart pesan utk safety talk.
  • Semua materi / hal yang berhubungan dgn K3 di tempat kerja bisa ditampilkan.

Penting:

Harus dipersiapkan dgn matang, karena diusahakan selesai dalam waktu 5(lima) menit.

DIMANA LOKASI SAFETY TALK?

Pilih lokasi yang paling sesuai. Dimanapun memungkinkan, pilih di lokasi kerja atau di dekatnya.

Misal:

Safety talk saat akan bekerja di confined space, lakukan di dekat tanki atau dekat vessel.

METODE SAFETY TALK

Jika memungkinkan gunakan peralatan, material, prosedur / WI untuk memperagakan item-item kunci shg lebih mudah dipahami oleh karyawan / pekerja.

Penting:

Jangan lupa utk membuat rekaman / record singkat spt: tgl, lokasi, pembicara, peserta dan materi safety talk. Krn rekaman / record sgt penting sbg referensi di kemudian hari.

DAMPAK

Meskipun safety talk hanya hitungan menit namun karyawan dan pekerja ingat akan pentingnya K3, dapat mengenali dan mengontrol potensi-potensi bahaya dan dapat menjaga kepedulian akan K3.

Ingat:

Masih sangat banyak potensi-potensi bahaya di area petrochemical plant.


Berikut adalah 5 tips melakukan safety talk yang baik :

  • Prepare (pikirkan, tulis, baca, dengarkan, organisasikan dan praktekkan yang anda katakan).
  • Pinpoint (sederhanakan bicara, fokus terhadap hal safety dari pekerjaan).
  • Personalize (bicara langsung ke masing-masing personel).
  • Picturize (visualkan apa-apa yang anda sampaikan).
  • Prescribe (pastikan anda menyampaikan secara tepat kepada pendengar anda apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan agar mereka dan rekan kerjanya selamat – dan tepat).