Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Sunday, April 27, 2014

KNOW YOUR HAND SIGNAL


ISO 14001

ISO 14001


ISO 14001:2004 menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan, agar organisasi untuk mengevaluasi dan mengendalikan risiko lingkungan dan dampak dan meningkatkan kinerja lingkungannya.

Ikhtisar

ISO 14001 ini dimaksudkan untuk mengatasi menjalankan bisnis komersial sementara mengurangi dampak lingkungan. Dalam mendapatkan komitmen dan pemahaman dalam Organisasi Anda, dua output dapat dicapai dengan sukses.

Dalam melakukan hal ini, organisasi dapat mengidentifikasi aspek bisnisnya yang berdampak pada lingkungan bersama dengan pemahaman hukum dan peraturan di mana kepatuhan diperlukan. Tahap selanjutnya adalah membuat tujuan yang realistis untuk perbaikan dan menempatkan program di tempat dengan orang yang bertanggung jawab untuk mencapainya. Dalam cara yang sama seperti ISO 9001, ulasan teratur akan menyebabkan pokok keseluruhan perbaikan berkesinambungan.

Apakah itu relevan dengan Perusahaan Anda?

Ya, jika Perusahaan Anda menginginkan manfaat;


     Sebuah, meningkatkan reputasi dan citra berharga Perusahaan antara pelanggan, badan pengawas dan masyarakat umum.
     Biaya penghematan dalam konsumsi energi
     Penghematan biaya dalam konsumsi bahan
     Memahami limbah Anda memproduksi dan mengelola sampah secara lebih efektif dengan biaya lebih rendah
     Sebuah kerangka kerja baik dan lebih terstruktur untuk kinerja lingkungan dan perbaikan berkesinambungan yang

Selama beberapa tahun terakhir, dampak lingkungan telah menjadi topik yang semakin penting di semua negara. Ada berbagai tekanan dan kendala untuk mengurangi dampak dari sejumlah badan, seperti pemerintah, regulator, asosiasi perdagangan, pelanggan, karyawan dan pemegang saham. Tekanan sosial juga terus meningkat dari berbagai kelompok pihak yang berkepentingan, seperti konsumen, lingkungan dan minoritas non-pemerintah organisasi dan tetangga.

ISO 14001 adalah cukup fleksibel untuk setiap organisasi yang ingin meningkatkan bagaimana mengoperasikan dan mengelola pada hari ke hari, terlepas dari ukuran sektor atau industri.

Download Step by Step ISO 14001 PDF

GENERAL SAFETY QUESTIONS

HERE ARE SEVERAL OF GENERAL SAFETY QUESTIONS

IMPORTANT FOR US

DOWNLOAD FILE


Saturday, April 26, 2014

Electrical Hazards Quiz

QUIZ

      1. The following is not a good conductor:
a.       Copper
b.      Aluminum
c.       Gum rubber
d.      Water

Sunday, November 20, 2011

Spesifikasi dan Pencegahan Kebakaran

Pencegahan Kebakaran PDF Print E-mail
Pernahkah anda membayangkan dunia ini tanpa api? Api bila dapat dikontrol akan banyak kegunaannya. Tapi bila sudah tidak dapat dikontrol lagi maka namanya menjadi kebakaran .
Menurut stastistik kebakaran di DKI Jakarta tercatat sebagai berikut:
  • Pada tahun 1990 terjadi 738 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1991 terjadi 911 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1992 terjadi 654 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1993 terjadi 789 kasus kebakaran
  • Pada tahun 1994 terjadi 929 kasus kebakaran
Dan kasus kebakaran ini bertambah tinggi ketika tahun 1998 - 2000 terjadi berbagai kerusuhan yang banyak mengakibatkan kerusakan dan kebakaran.
Dari data itu terbukti bahwa kebakaran merupakan resiko tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kematian, berhentinya proses produksi maupun rusaknya lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan usaha-usaha pencegahan kebakaran.
Pencegahan kebakaran adalah usaha menyadari/mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Pencegahan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya.
Pengenalan Kelas-Kelas Kebakaran
Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana
  • Kelas
    Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran
Prinsip Pemadaman Kebakaran
Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena persenyawaan dari:
  • Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dan perubahan kimia.
  • Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya.
  • Oksigen (tersedia di udara)
Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Dalam pencegahan terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol Sumber panas dan Benda mudah terbakar, misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar, Pemasangan Tanda-Tanda Peringatan, dan sebagainya. Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan adanya Oksigen dalam kebakaran tersebut. Contoh mudahnya seperti ketika kita menghidupkan lilin, lalu coba kita tutup dengan gelas maka api pada lilin tersebut akan mati karena oksigen yang berada di luar gelas tidak dapat masuk dan oksigen yang berada dalam gelas berubah menjadi Karbon Dioksida (CO2) yang mematikan api. Ketika kita memadamkan kebakaran dengan mengunakan APAR, karung goni yang basah dan pasir yang terjadi adalah kita mengisolasi adanya oksigen dalam api tersebut asal semua permukaan api tertutupi oleh ketiga media pemadaman tersebut dan api akan mati seperti lilin yang kita tutup memakai gelas tadi. Bila kita menggunakan air sebagai media pemadaman maka terjadi reaksi pendinginan panas dan isolasi oksigen dari kebakaran tersebut.
Peralatan Pencegahan Kebakaran
  • APAR / Fire Extinguishers / Racun Api
    Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.
  • Hydran
    Ada 3 jenis hydran, yaitu hydran gedung, hydran halaman dan hydran kota, sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung, untuk hydran halaman ditempatkan di halaman, sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota mengambil cadangan air.
  • Detektor Asap / Smoke Detector
    Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
  • Fire Alarm
    Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat
  • Sprinkler
    Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut
Pencegahan Kebakaran
Setelah kita mengetahui pengklasifikasian, prinsip pemadaman dan perlengkapan pemadaman suatu kebakaran maka kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen /pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran. Kita mengambil contoh dari pengelolaan pencegahan kebakaran pada bangunan tinggi.
  • Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada gedung itu.
    • Bahan Mudah Terbakar, seperti karpet, kertas, karet, dan lain-lain
    • Sumber Panas, seperti Listrik, Listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain
  • Penilaian Resiko
    Resiko tinggi karena merupakan bangunan tinggi yang banyak orang
  • Monitoring
    Inspeksi Listrik, Inspeksi Bangunan, Inspeksi Peralatan Pemadam Kebakaran, Training, Fire Drill / Latihan Kebakaran dan lain-lain
  • Recovery / Pemulihan
    Emergency Response Plan / Rencana Tindakan Tanggap Darurat, P3K, Prosedur-Prosedur, dan lain-lain.
Sumber safe.gq.nu

TOOL BOX TALK ATAU SAFETY TALK

 TOOL BOX TALK ATAU SAFETY TALK



APAKAH ITU SAFETY TALK?
  • Safety talk adalah sebuah cara untuk mengingatkan karyawan/pekerja bahwa K3 bagian yang sangat penting dalam pekerjaan.
  • Safety talk adalah pertemuan yang dilakukan rutin antara karyawan / pekerja dan supervisor untuk membicarakan hal-hal mengenai K3.

Intinya:

Safety talk adalah bicara tentang topik yg berhubungan dgn K3 di tempat kerja.

TUJUAN SAFETY TALK
  • Tujuan utama safety talk adalah untuk mengingatkan karyawan/pekerja akan potensi-potensi bahaya di tempat kerja dan membantu karyawan/pekerja untuk mengenali dan mengendalikan bahaya tersebut
  • Safety talk cara termudah untuk melindungi karyawan / pekerja dari cidera.

SIAPA YANG MELAKUKAN SAFETY TALK

Safety talk sangat tepat dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab akan K3 pekerja:
  • Foreman / Supervisor / Atasan langsung.
  • Safety officer
  • Anggota safety committee
  • Sesama karyawan / pekerja, secara bergantian dalam rangka meningkatkan kepedulian diantara karyawan / pekerja (bisa dijadwalkan secara teratur).

PESAN SAAT SAFETY TALK
  • Tidak ada standart pesan utk safety talk.
  • Semua materi / hal yang berhubungan dgn K3 di tempat kerja bisa ditampilkan.

Penting:

Harus dipersiapkan dgn matang, karena diusahakan selesai dalam waktu 5(lima) menit.

DIMANA LOKASI SAFETY TALK?

Pilih lokasi yang paling sesuai. Dimanapun memungkinkan, pilih di lokasi kerja atau di dekatnya.

Misal:

Safety talk saat akan bekerja di confined space, lakukan di dekat tanki atau dekat vessel.

METODE SAFETY TALK

Jika memungkinkan gunakan peralatan, material, prosedur / WI untuk memperagakan item-item kunci shg lebih mudah dipahami oleh karyawan / pekerja.

Penting:

Jangan lupa utk membuat rekaman / record singkat spt: tgl, lokasi, pembicara, peserta dan materi safety talk. Krn rekaman / record sgt penting sbg referensi di kemudian hari.

DAMPAK

Meskipun safety talk hanya hitungan menit namun karyawan dan pekerja ingat akan pentingnya K3, dapat mengenali dan mengontrol potensi-potensi bahaya dan dapat menjaga kepedulian akan K3.

Ingat:

Masih sangat banyak potensi-potensi bahaya di area petrochemical plant.


Berikut adalah 5 tips melakukan safety talk yang baik :

  • Prepare (pikirkan, tulis, baca, dengarkan, organisasikan dan praktekkan yang anda katakan).
  • Pinpoint (sederhanakan bicara, fokus terhadap hal safety dari pekerjaan).
  • Personalize (bicara langsung ke masing-masing personel).
  • Picturize (visualkan apa-apa yang anda sampaikan).
  • Prescribe (pastikan anda menyampaikan secara tepat kepada pendengar anda apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan agar mereka dan rekan kerjanya selamat – dan tepat).

Saturday, November 19, 2011

Cara Pemakaian SCBA




Ada tiga bagian dalam menggunakan SCBA, diantaranya adalah :

  1. Pemeriksaan
  2. Perakitan / pemasangan 
  3. Pemakaian
PEMERIKSAAN SCBA
  • Pemeriksaan tekanan tinggi (tekanan tabung)
  • Pemeriksaan tekanan rendah
Pemeriksaan tekanan tinggi (tekanan tabung)

  • Buka valve utama pelan-pelan, dan periksa manometer. Apabila tekanannya kurang dari 5/6 dari tekanan kerja, maka isi botol tidak boleh digunakan untuk operasi.
  • Periksa jarum manometer, jika sudah menunjukkan angka maksimum tutup kembali valve utama.
  • Perhatikan manometer, bila tekanannya turun lebih kuran 12 atam permenitnya, berarti ada kebocoran pada system saluran. Perlu diperiksa kembali
  • Buka bypass pelan-pelan pada deman regulator dan perhatikan suling (warning wishtle) akan berbunyi pada tekanan antara 40-50 atm.
Pemeriksaan tekanan rendah.

  • Buka valve utama dan pakailah face mask dengan benar.
  • Bernafaslah seperti biasa.
  • Tutup kembali valve utama dengan tangan kanan, tangan kanan masih tetap memegang valve
  • Bernafaslah, apabila anada tidak bisa bernafas, berarti tidak ada kebocoran pada sistem tekanan rendah, tetapi apabila anda masih bisa bernafas, berarti ada kebocoran pada face mask.
  • Apabila anda tidak bisa bernafas, buka segera valve utama pada botol.
MERAKIT / MEMASANG SCBA

  • Atur sebaik mungkin hardness dan plat penggendong
  • Longgarkan sabuk penggendong sebaik mungkin.
  • Pasang botol udara ke pelat penggendong dan ikat yang sebaiknya.
  • Sambung selang pada botol dengan menggunakan jari tangan (jangan menggunakan kekuatan penuh).
MENGGUNAKAN SCBA

  • Berdirikan SCBA pada posisi yang benar.
  • Masukan tangan kiri dan kanan kerangkaian hardness yang tersedia.
  • Betulkan posisi SCBA set di punggung , dengan posisi yang nyaman
  • Ikatkan sabuk pinggang yang baik

5 Langkah Selamatkan Korban Kesetrum

SENGATAN listrik – baik dari kabel bertegangan tinggi atau sambaran petir – dapat mengakibatkan shock; kejang otot, nafas berhenti, denyut jantung tidak teratur, luka bakar tingkat tiga, hingga kematian. Bila orang di sekitar Anda ada yang tersengat listrik tegangan tinggi, mungkin Anda dapat menyelamatkannya dengan tip berikut ini. Tapi bila Anda yang tersengat, berdoalah semoga ada orang lain yang membaca artikel ini di dekat Anda.
1. Perhatikan steker. Jika tubuhnya masih kontak dengan arus listrik, jangan menyentuhnya dengan tangan telanjang. Matikan arus segera. Jika Anda tidak bisa memotong arusnya, segera tendang saja tubuhnya dengan sol sepatu Anda.
2. Lihat, dan dengar nafasnya. Jika Anda menemukan korban dalam keadaan tidak bernapas, segera beri napas bantuan –jika dulu Anda mengikuti Pramuka, seharusnya Anda bisa melakukannya. Bila Anda termasuk orang awam, coba tekan hidungnnya dengan jari Anda dan tiupkan udara ke dalam mulutnya dua kali hingga dadanya mengembang.
3. Periksa denyut nadi di lehernya. Jika tidak ada tanda-tanda setelah 5 detik, tekan dadanya sebanyak 5 kali dengan kedua telapak tangan Anda –telapak tangan kiri berada di atas dada dan yang lain di atas punggung tangan kiri. Pastikan posisi tangan Anda berada satu garis dengan putingnya. Periksa lagi. Jika tetap tidak ada. Ulangi.
4. Tutupi titik luka bakar yang terjadi akibat masuk dan keluarnya arus listrik pada tubuh karena bisa mempercepat pengurangan cairan dalam tubuh. Gunakan kain, perban atau benda apapun yang bersifat tidak mengantarkan panas.
5. Cepat bertindak. Jangan menunggu bantuan. Sebaiknya minta orang lain menunggu Ambulan, sementara Anda memeriksa tubuh korban. Pastikan listrik sudah tidak menempel atau terhubung ke tubuh korban. Rebahkan tubuh korban hingga terlentang dan angkat dagunya.